Friday, 31 October 2014

[EXPERIENCES] Jumatulis Season 2 - 06 SMA - Kenangan

SMA.

Entah kenapa yang paling teringat ketika SMA adalah tentang belajar, belajar, dan belajar. Selingannya, ya, persahabatan dan... pacaran.

Kenangan yang paling teringat jelas dan, pada masanya, menyakitkan tentu saja belajar hahaha. Pada masa SMA saya merasa harus "menuntut diri" untuk belajar lebih dan lebih dibanding yang biasa saya lakukan selama SD dan SMA. Alasannya apalagi kalau bukan karena ada Ibu saya sebagai salah satu guru di sana.

Pengalaman saya sejak SD membuat saya merasa bahwa menjadi anak guru, yang mengajar juga di tempat kita bersekolah, merupakan sebuah beban. Ini karena saya melihat sendiri bagaimana teman-teman ketika SD-SMP yang orang tuanya menjadi guru kami juga di sekolah, selalu saja diperbandingkan di sana dan di sini. Mulai dari dicurigai mendapat nilai "dongkarakan" sampai dipermasalahkan ketika mendapat nilai kecil.

Kasarnya, menjadi pintar dan mendapat nilai murni dari hasil usaha sendiri adalah salah, sementara menjadi bodoh dan selalu mendapat nilai kecil ya lebih salah lagi.

See?

Serba salah, kan?

Makanya, saya pun jadi memaksa diri untuk rajin belajar sejak awal masuk SMA. Bukan berarti bahwa saya malas belajar sih, hahaha. Walaupun saya tidak sebegitunya dalam hal belajar, tetapi sejak kelas 6 SD saya sudah memiliki jadwal belajar rutin yang dibuat oleh diri sendiri. Jadi, kebiasaan belajar sudah ada. Hanya saja, ketika SMA kebiasaan tersebut saya perketat lagi.

Saya ingat sekali... Sejak awal masuk SMA saya semakin membiasakan diri untuk tidur pukul 21.00-22.00 WIB. Untungnya, saya memang tidak terbiasa begadang karena dilarang oleh orang tua. Ayah dan Ibu akan marah kalau saya belum tidur meski jam sudah menunjukkan di atas pukul 22.00 WIB. Jadi, lagi-lagi, saya hanya memperketat kebiasaan dan rutinitas saja. Kemudian, saya bangun pukul 02.00 WIB dan sebisa mungkin langsung mandi. Barulah saya bisa melek dengan sempurna dan belajar hingga sekitar pukul 05.30-06.00 WIB sampai waktu berangkat ke sekolah tiba. Di perjalanan menuju sekolah, saya juga sengaja memutar rute berangkat dan mengambil rute yang lebih panjang. Apalagi alasannya kalau bukan demi belajar. Makanya juga, saya sengaja berangkat ke sekolah maksimal pukul 06.30 WIB supaya bisa sampai di sekolah setelat-telatnya pukul 07.00 WIB dengan rute yang lebih memutar itu.

Sampai di sekolah, kalau misalnya saya bisa sampai lebih pagi, biasanya saya akan bertemu dengan rombongan yang "doyan belajar". Dengan mereka ini, biasanya saya akan membahas materi-materi terkait dengan pelajaran hari itu, terutama kalau ada hapalan atau PR. Istirahat pun terkadang saya memilih belajar. Edan memang, hahaha.

Pulang sekolah, berhubung saya jarang diperbolehkan main, saya jadi sering berada di rumah sejak siang. Nah, di waktu-waktu ini, ada atau tidaknya PR bukan alasan untuk tidak belajar atau mengerjakan LKS dan teman-temannya. Dan ini, saya atur jadwalnya supaya tidak harus begadang.

Bagaimana mungkin saya tidak begitu teringat dengan pola belajar selama SMA? Hahaha.