Thursday, 10 July 2014

[EXPERIENCES] Kamisan #8 Perlina - Absurd

Selasa, 8 Juli 2014.
Pukul 08.00-09.00 WIB

Aku membuka pesan yang ada di aplikasi Whatsapp dan OGWhatsapp. Buset, banyak amat. Dengan terhuyung menahan kantuk, aku membaca salah satu pesan dari dosen pembimbing.

Kita bimbingan hari Kamis jam 10 di lantai 10.


Oh, lusa. Akupun segera membalas pesan tersebut.

Baik, Bu.

Baiklah, hari ini bisa tidur seharian. Aku baru tidur setelah subuh tadi. Mataku sulit sekali diajak berkompromi. 

***

Selasa, 8 Juli 2014.
Pukul 11.00-12.00 WIB

Bunyi ringtone di HP-android berbunyi nyaring sekali. Ada telepon masuk, dari nomor Jakarta. Tetapi, aku tidak mengenal nomor tersebut. Aku kembali terbangun dengan terhuyung menahan kantuk dan sakit kepala, tanganku menjangkau ke arah HP-android yang aku letakkan di atas printer yang ada di meja, tepat di antara Blackberry dan HP-ku yang lain. Belum sempat aku menjawab, telepon tersebut dimatikan.

Aku kemudian meletakkan HP-android ke atas kursi dan kembali tertidur dengan mengubah posisi supaya tanganku lebih dekat dengan meja dan kursi. Tidak lama, ringtone berbunyi lagi, masih sama nyaringnya dengan bunyi tadi. Dengan cepat aku mengambil HP-android dan melihat layar; masih dari nomor yang tidak aku kenal tersebut. Tetapi belum juga aku menjawab, panggilan masuk tersebut dimatikan.

Aku menahan kesal, sekaligus luar biasa berusaha menahan kantuk. Akhirnya aku meletakkan HP-android di atas printer lagi, seperti sebelumnya. Dengan menahan sakit kepala, aku kembali tidur dan kali ini tertidur dengan sangat pulas. 

***

Selasa, 8 Juli 2014.
Pukul 11.00-12.00 WIB

Bunyi ringtone di HP-android berbunyi nyaring sekali. Ada telepon masuk, dari nomor Jakarta. Tetapi, aku tidak mengenal nomor tersebut. Aku kembali terbangun dengan terhuyung menahan kantuk dan sakit kepala, tanganku menjangkau ke arah HP-android yang aku letakkan di atas printer yang ada di meja, tepat di antara Blackberry dan HP-ku yang lain. Belum sempat aku menjawab, telepon tersebut dimatikan.

Aku kemudian meletakkan HP-android ke atas kursi dan kembali tertidur dengan mengubah posisi supaya tanganku lebih dekat dengan meja dan kursi. Tidak lama, ringtone berbunyi lagi, masih sama nyaringnya dengan bunyi tadi. Dengan cepat aku mengambil HP-android dan melihat layar; masih dari nomor yang tidak aku kenal tersebut. Tetapi belum juga aku menjawab, panggilan masuk tersebut dimatikan.

Aku menahan kesal, sekaligus luar biasa berusaha menahan kantuk. Akhirnya aku meletakkan HP-android di atas printer lagi, seperti sebelumnya. Dengan menahan sakit kepala, aku kembali tidur dan kali ini tertidur dengan sangat pulas. 

***

Selasa, 8 Juli 2014.
Pukul 13.00-14.00 WIB

Aku terbangun tiba-tiba karena sakit kepala. Dengan panik aku mencoba melihat jam di laptop yang masih menyala seharian. Aku pikir sudah Maghrib dan sudah seharusnya berbuka puasa. Ternyata, belum.

Aku mencari HP-android. Seingatku, sebelum tidur tadi aku belum sempat membalas beberapa pesan pribadi. Aku melihat ke atas meja, HP-android itu tidak ada. Apa aku salah mengingat, ya?

Akupun mencari ke atas kasur, ke posisi biasa aku meletakkan HP jika aku berada di atas kasur. Nihil. HP tersebut juga tidak ada. Aku kemudian melihat ke bawah kasur dan ke bawah meja, siapa tahu terjatuh. Akupun menyisiri lokasi-lokasi di mana biasanya HP-ku terjatuh jika sedang diletakkan di meja-kursi atau di atas kasur. Tetap saja aku tidak melihatnya.

Ah, sudahlah. Aku masih merasa mengantuk dan sakit kepala ini benar-benar menyiksaku. Nanti saja aku coba mencari lagi. Ditambah, rasa mual mendera tubuhku. Sakit sekali. Aku nyaris saja memilih menyerah dan membatalkan puasa. Sebelum akhirnya aku memilih tidur lagi.

***

Selasa, 8 Juli 2014.
Pukul 15.00-17.00 WIB

Aku terbangun mendadak karena mimpi yang sangat aneh. Di dalam mimpiku itu, ada gambaran bahwa HP-android terjatuh ke belakang printer. Dengan cepat aku menuju ke arah printer, tetapi tidak ada HP-android di sana.

Aku mencoba menghubungi nomor di HP-android dengan menggunakan dua nomorku lainnya. 

Deym! 

Keduanya sedang habis pulsa. Dengan sedikit panik, aku mencoba mengirimkan pesan pribadi ke beberapa DM-twitter teman-temanku yang aktif di social media dan media chatting lainnya. Beberapa dari mereka segera membalas pesanku dan menyatakan bahwa mereka tidak dapat menghubungi nomorku yang dimaksud.

Aku mulai penasaran, di mana letak HP-androidku berada?

Rasanya tidak mungkin jika dia menghilang begitu saja. Aku memeriksa jendela dan pintu, semuanya dalam keadaan terkunci. Masih sama dengan kondisi sebelum aku tertidur pulas. Aku memeriksa sekeliling kamarku, semua juga masih sama persis dengan kondisi sebelum aku tertidur pulas.

Aku juga membongkar kasur, membuka semua seprai dan lainnya. Tetapi, HP-android tidak ada di sana. Aku memeriksa setiap kolong, tidak juga ada jejak HP-android di sana. Aku mendekati rak buku yang ada di atas meja, melihat kemungkinan HP-android ada di sana atau tidak. Lagi-lagi, tidak ada.

Aku mengambil HP lainnya, aku hidupkan aplikasi senter di sana. Aku juga mematikan lampu di kamar. HP-android memiliki casing berwarna putih. Aku pikir, jika dia terjatuh ke bawah lantai dan terselip entah di mana, maka dalam keadaan gelap akan lebih mudah aku temukan. Dengan berbekal senter tersebut, aku menyusuri setiap kolong dan pojokan di kamar kecilku. Tidak ada jejak-jejak HP-android di sana.

Dengan menahan kesal, juga menahan sakit kepala yang masih saja belum menghilang, aku berusaha berpikir ke mana lagi harus mencari HP-android ini.

***

Selasa, 8 Juli 2014.
Pukul 18.00-23.00 WIB

Aku membongkar dan menelisik setiap sudut kamar. Iya, masih mencoba mencari keberadaan HP-android. Rasa sakit kepala aku tahan, bahkan rasa lapar pun aku tahan. Aku benar-benar penasaran.

Selama sekitar 11 tahun aku berteman akrab dengan benda bernama handphone alias HP ini, tidak pernah sekalipun aku dibuat pusing tujuh keliling dalam mencarinya. Apalagi mencari di dalam kamar!

Aku melihat update dari aplikasi hootsuite dan membalas pesan-pesan dari beberapa temanku melalui DM, menceritakan tentang kehilangan HP-android ini dan meminta mereka mengabarkan ke teman-teman lain yang mungkin menghubungiku melalui nomor di sana dan tidak memperoleh balasan. Nomorku di HP-android adalah nomor yang paling aktif dan diketahui lebih banyak orang dibanding nomorku lainnya. Wajar saja, itu nomor yang aku gunakan sejak pertama kali menggunakan HP.

"Mbak Nia, masa di Priuk lagi heboh tuyul..." tiba-tiba aku teringat cerita salah satu anak kos dulu, ketika aku masih tinggal di Depok. Kejadiannya sekitar tahun 2011.

"Serius lo? Tuyul?" aku menanggapi cerita tersebut dengan heran.

"Ih, serius Mbak. Pas awal gue denger dari tetangga aja gak percaya kok. Kalo bukan karena gue ama nyokap yang ngalamin sendiri, gue juga ogah percaya begituan."

Dan terus saja dia bercerita tentang peristiwa-peristiwa kehilangan uang yang dialami di rumahnya. Dengan nominal sekali hilang yang tidak menentu, antara Rp. 5.000,00 - Rp. 100.000,00.

"Nyokap gue ya, Mbak, saking penasarannya nih... Pernah iseng-iseng ngelipet duit kertas seratus ribu sampe kecil banget, terus dimasukin ke dalam lemari, ke selipan-selipan pojok deh pokoknya. Eh, bener dong! Enggak lama tuh duit ilang gitu aja!"

"Oh. My. God!" seruku antara heran dan takjub.

"Pernah juga, nyokap sholat. Sengaja taro duit seratus ribuan lagi di depan, di sejadah. Enggak ngerti deh ya, apa nyokap yang terlalu khusyuk pas sholat apa gimana, dia baru ngeh kalo tuh duit ilang begitu selesai sholat!"

Aku memijat keningku, kepalaku tiba-tiba merasa migraine mendengar cerita tersebut.

"Duitnya bahkan bilang ngilang gitu aja di depan mata, Mbak! Aneh gak tuh?!"

"Aneh. Banget..." jawabku sambil terus memijat kening.

Dan sekarang, aku ada di kamar sambil terus mengusap segala jenis minyak ke tubuh dan kepalaku karena merasa kepala dan tubuhku semakin sakit akibat memikirkan HP-android yang tidak juga ditemukan ini.

Mengingat cerita tuyul tersebut membuatku membayangkan ada makhluk astral serupa yang kali ini menyerbu kamar kos-ku di Bandung, untuk mengambil HP-android hadiah dari adikku tahun lalu. Tepat bulan Juli tahun lalu, ketika Blackberry Monza 9860 kesakitan karena hardware-nya bermasalah dan nyaris mati, adikku membelikan aku HP-android supaya aku tetap bisa berkomunikasi dengan lancar selama si Blackberry dirawat inap. 

"Kelemahan BB-Torch memang di hardware, Mbak..." begitu kata dokter yang merawat.

Dan sekarang, ada kemungkinan "tuyul android" mengambil HP-android, gitu?


Aku bukan ngeri karena memikirkan ada tuyul masuk ke kamar. Aku lebih ngeri membayangkan seperti apa pakaian yang sedang aku kenakan saat itu dan aku terlihat sedang mengenakan pakaian "horor" ini saat ada makhluk lain yang diam-diam masuk ke dalam kamar.

Allohuakbaaar~

Aku. Butuh. MSG.

Aku mengambil jaket dari dalam lemari pakaian, mengganti pakaian dan bergegas ke luar kamar dengan membawa semua HP. Laptop sengaja tidak aku matikan.

Aku melihat ke arah jam yang tertera di salah satu HP, sudah pukul 22.00 WIB. Makan apa, jam segini?

Akhirnya aku memutuskan untuk ke salah satu minimarket yang buka selama 24 jam. Di sana aku membeli popmie baso, cola, dan mashed-potato. Oh, tidak lupa aku membeli pulsa untuk dua nomorku lainnya. Rasanya gatal untuk bercerita ke Ibu di rumah.

Di perjalanan untuk kembali ke kos, aku melihat salah satu HP. Rupanya ada pesan masuk dari Ibu. Pas. Aku segera menelepon Ibu dan menceritakan semuanya.

"Ya, Wo Nia kan waktu itu minta keajaiban terjadi selama Ramadhan ini... Nah, ini, beneran dikasih kejadian ajaib sama Allah..."

Walah, Ibu malah mengajak bercanda. Hahaha, "Iya sih... Tapi kan itu terkait progress akademik, Bu. Amit-amit dikasih keajaiban aneh kayak begini mah..."

"Ya sudah, coba dicari dulu pelan-pelan. Siapa tau nyelip. Besok Ibu tanya ke Udo Sir, biar diterawang dulu..."

Dan aku memutuskan untuk menunggu sampai besok saja. Sekarang, aku ingin tidur lagi. Kepalaku terasa semakin sakit.

***

Selasa, 9 Juli 2014.
Pukul 02.00-06.00 WIB

Aku kembali terbangun. Kali ini masih karena tiba-tiba bermimpi aneh terkait lokasi HP-android. Aku bergegas menuju lokasi yang dimaksud di dalam mimpiku, masih di dalam kamar, dan tetap saja tanpa hasil berarti.

Hopeless.

Aku pun memilih memakan semua yang aku beli di minimarket tadi sambil menonton streaming tayangan-tayangan yang bagiku bisa menghiburku saat itu. Aku juga mengunduh aplikasi Line via laptop. Paling tidak, aku bisa berkomunikasi dengan teman lainnya yang menggunakan aplikasi Line untuk hal-hal mendesak saat ini.

Aku pun masih berusaha menenangkan diri dan mencoba memikirkan di mana saja aku bisa mencari keberadaan HP-android.

Sekitar pukul 05.30 WIB, ada panggilan masuk ke HP-ku. Dari Ibu....

"Kalo dari penerawangan, HP-nya kemungkinan diambil orang... Gitu kata Udo Sir tadi..."

"Bu, enggak mungkin deh ada orang masuk. Kan Wo Nia seharian ada di kamar, semua jendela sama pintu juga ditutup-dikunci."

"Nah, entah..."

"Nembus dinding, gitu Bu? Hahahaha. Hebat amat tuh orang. Sialan..."

"Jangan lupa baca doa, makanya..." Dan aku menarik napas panjang.

"Sekalian, jangan lupa baca doa minta jodoh..."

"Bu..." sahutku, malas.

"Mumpung bulan bagus..."

"Lebih pusing mikirin HP deh, sekarang... Semua kontak di situ, semua data penting masih di situ. Belum sempet dipindah..."

"Coba cek di rak buku, kan banyak buku di kamar. Siapa tau ada di sana..."

"Enggak mungkin, deh Bu... Kalo HP-nya ada di rak, berarti HP-nya jalan-jalan, gitu, selama Wo Nia tidur? Sopan amat tuh HP jalan-jalan malah enggak ngajak Wo Nia..."

"Hahaha, ya siapa tau kan? Siapa tau salah inget..."

Aku, mencoba pasrah dan ikhlas...


Have a blessed day!




Howreee!!!

#Kamisan dimulai lagi!!!

Ada sedikit perbedaan formasi di #Kamisan Season 2 ini. Di awal kami ber-12, sejak #Kamisan tema ini kami ber-16, yaitu:
  1. Olih
  2. Devi
  3. Aria
  4. Cikie
  5. Nia
  6. David
  7. Ria
  8. Koto
  9. Adji
  10. Renee
  11. Febi
  12. Adham 
  13. Feti
  14. Kirana
  15. Diah
  16. Keke

Ketentuan dasar mengenai penulisan di #Kamisan Season 2 masih sama dengan sebelumnya. Tema ke-delapan ini adalah "PERLINA".

Sekarang, kami juga memiliki akun twitter, silakan follow @nuliskamisan. Kami juga memiliki blog khusus, silakan klik link ini.